view 01_final

Tidak semua para investor atau pengembang properti memiliki tujuan mulia dalam membangun sebuah bisnis propertinya, Mungkin hanya profit yang membuat mereka menggeluti bisnis ini, mencari keuntungan yang banyak tanpa melihat dampak yang akan ditimbulkan dari bisnis mereka yang mereka bangun, kebanyakan dari mereka hanya sebatas untuk meraup keuntungan maksimal tanpa memikirkan dampak negatifnya. Mereka mulai melirik pinggiran kota yang notabene menjadi bagian yang padat penduduk kalangan bawah yang kebanyakan ereka mengais rezeki dengan bercocok tanam alias menjadi seorang petani. Fenomena berkembang biaknya bisnis properti pada daerah – daerah yang awalnya bukan sebagai tempat yang ideal untuk mengembangkan bisnis properti sudah menjadi hal dapat dilihat semakin meroket setiap tahunnya. Karena semakin padatnya pembangunan properti dikota-kota besar sehingga mereka mulai melirik kawasan pinggiran. mereka mulai membangu ruko, perumahan bahkan bisa mungkin mereka akan membangun sebuah pusat perbelanjaan atau mall, tujuan mereka adalah mengubah kawasan yang dulunya sepi menjadi kawasan yang ramai.

Sudah banyak kawasan yang diubah seperti ini terutama kota-kota yang akan mulai berkembang. Salah satunya kota malang, kota yang terkenal dengan kota pelajarnya ini sedang mengalamai pertumbuhan properti yang sangat meningkat, Karena diiringi dengan meningkatnya wisatawan yang berkunjung disana, sehingga malang menjadi kawasan wisata yang menjadi tujuan wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Timur. Sehingga banyak pengembang properti yang mulai berlomba-lomba untuk berinvestasi disana. Hal ini dapat dilihat dari semkain banyaknya reklame di pinggir jalan, Mulai banyak pameran properti di pusat perbelanjaan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berkembangnya bisnis ini, tetap akan menjadi dampat negatif  jika dibangun pada lahan sawah yang mungkin masih menghasilkan dan menjadi sumber utama pen dapatan para petani sekitar. Daerah kabupaten malang yang umumnya masih banyak lahan bercocok tanam, semakin tahun semakin berubah menjadi kompleks perumahan. Kalo kondisinya seperti ini, tidak dapat dielakan lagi jika lahan pertanian akan semakin menyempit dan sudah bakal pasti mimpi pemerintah untuk mengulang prestasi Indonesia untuk swasembada beras tidak akan pernah terwujud. Dalam hal ini peran pemerintah sangatlah penting dalam meminimalkan pembangunan-pembangunan gedung-gedung yang justru berdampak negatif bagi kemajuan bangsa.


akadusyifa

Terima kasih sudah membaca tulisan ini semoga bermanfaat,

0 thoughts on “Pertumbuhan Bisnis Properti Membuat Sawah Semakin Sempit”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

BISNIS

Investasi Properti

Salah satu kata yang sangat menyesatkan yang sering dikatakan manajer investasi saat menjual produknya adalah “barang ini harganya selalu naik” Contoh kasusnya adalah properti. Saat saya membeli sebuah buku mengenai properti. Saya membaca dan mendapatkan Read more...

BISNIS

Pembagian Pasar Properti

Berdasarkan tujuan pemanfaatannya oleh pelaku pasar maka pasar investasi properti dapat dibagi menjadi empat bagian : PASAR TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN Pasar tanah yang belum merupakan pasar properti dimana pembeli dan penjual melakukan transaksi atas Read more...

BISNIS

Kenapa Pilih Bisnis Properti?

Anda pernah membaca iklan yang kurang lebih tulisannya seperti di bawah ini… Hadirilah SEMINAR GRATIS ! “Cara Hebat dan Mudah Menjadi Kaya melalui Bisnis Properti”. Rabu, Jam: 13.30 WIB Apakah Anda tertarik? Tahukah yang membuat saya tertarik? Read more...

Back To Top