2014-05-06-socialmedia

“Sekilas,#SocialMediaterlihat seperti SEX disaat remaja-semua remaja ingin melakukannya, namun tak ada yang tau bagaimana caranya- dan saat sudah terjadi, perasaan terasa tidak lebih baik dari sebelumnya” Definisi tersebut diatas menjelaskan bahwa secara sekilas Social Media dapat didefinisikan sebagai “Teen-Sex” itu menandakan bahwa bagaiana SocialMedia ini begitu pesatnya berkembang dari mulut ke mulut, melalui komunitas ataupun melalui aplikasi-aplikasi yang berada di web dan smartphone.  tidak hanya kalangan remaja, para profesional, kaum pebisnis juga sekarang kranjingan dengan namanya Social Media, dan tak sedikit yang mengetahui apa definisi serta peran dari Social Media itu sendiri, bahkan banyak pula para pelaku bisnis yang belum menyadari bagaimana memanfaatkan Social Media untuk kelangsungan bisnisnya atau untuk memulai suatu bisnis. Secara Resmi – via Wikipedia.org – Social Media di definisikan sebagai sebuah terminologi original1392806271“payung’ yang mendefinisikan berbagai aktivitas yang meng-integrasikan/menggabungkan antara teknologi, interaksi-sosial dan susunan Kata-Kata, Gambar,Video dan Suara. Dari definisi ini dapat diartikan bahwa segala interaksi sosial yang menggunakan teknologi dimana didalamnya terdapat rangkaian atau konstruksi Kata-Kata, Gambar,Video dan Suara maka itu bisa di definisikan sebagai Social Media.  Banyak para pecandu internet dan social Media menganggap bahwa Social Media itu adalah Facebook, Twitter, path, Instagram, dll – padahal, yang tadi disebut itu hanyalah bagian dari Social Media – dimana Social Media itu mempunyai setidaknya 28 (Dua-Puluh-Delapan) Kategori, sebagai contoh; Facebook – ialah bagian dari Social Media yang berada dalam kategori #SocialNetworking, Twitter –  ialah bagian dari Social Media yang berada dalam kategori #SocialStreams, Blog –  ialah bagian dari Social Media yang berada dalam kategori #SocialBlog/Conversations, dan banyak lagi contoh lain yang tidak akan kami bahas pada pembahasan kali ini.  Jadi, Singkatnya Socia Media hanyalah merupakan New Media (Media Baru) dalam dunia digital dan teknologi dimana Social Media juga bisa diartikan sebagai salah satu cara lain atau cara unik untuk mendeskripsikan triliunan percakapan yang terjadi dan dilakukan di dunia digital selama 24/7 (24 Jam Sehari – 7 Hari Seminggu) Lalu Mengapa Kita Harus Peduli ? Survey, Penelitian & social-mediaFenomena Social Media Banyak Sekali Lembaga-Lembaga Penelitian & Survey Nasional (Seperti MarkPlus) ataupun Internasionla (Google Research atau International Social Media Survey) yang menjelaskan bahwa bagaimana umumnya ketergantungan manusia saat ini pada sebuah media baru yang disebut Social Media ini.  Sebgai Contoh: [MarkPlus Inc. Research 2010]– 1 dari 3 anggota keluarga adalah pengguna internet; 8 dari 10 orang pengguna internet melakukan akses melalui mobile/smartphone; 3 sampai 5 jam/hari digunakan untuk mengakses internet 6% pengguna internet pernah melakukan transaksi online 9 sampai 10 pengguna internet pasti mempunyai account Facebook (active or idle) 1 dari 5 juga mempunyai account twitter [International Social Media Survey. Randem Research 2010-2012]– 9 dari 10 pengguna internet mengunjungi situs social networking Lebih dari 50% pengguna internet membaca blog, setidaknya 1 kali per bulan Contoh-contoh survey diatas menjelaskan bahwa bagaimana sebuah Lifestyle di kehidupan sehari-hari telah berubah.  Bukan lagi dikatakan bahwa Teknologi sudah merubah kebiasaan sehari-hari manusia, namun kebiasaan sehari-hari manusia sudah terbiasa dengan yang namanya teknologi, yang berarti  teknologi  tersebut sudah masuk dalam kehidupan sehari-har, dan teknologi ini sekarang banyak orang menyebutnya dengan Teknologi Digital, perubahan yang terjadi dikatakan sebgaia Digital Lifestyle dan  kaum profesional juga menyebutnya Social-media-businessdengan Digital Business & Saya Menyebutnya ini sebagai Digital Universe. Bisa dibayangkan fenomena yang terjadi pada dunia digital ini, contoh; a.  saat ini sudah tersedia lebih dari 15 Juta article di wikipedia dalam berbagai bahasa, b.  ada lebih dari 100 Juta Video yang diputar setiap hari di Youtube di seluruh dunia, dan jika kita ingin menonton SEMUA video di youtube saat ini, kita membutuhkan waktu sekitar 412.3 tahun untuk menonton sampai selesai (itu jika tidak ada yang meng-upload video di youtube saat kita nonton 🙂 c.  Sekitar 100 Juta “New Tweet Updates” perhari diseluruh dunia – ini hanya yangh berasal dari account individu yang active dan tidak termasuk dari sebuah brand/peruaahaan/komunitas. d.  lebih dari 1 Milyar “Facebook Updates” (photo, inks, status, dll) yang di posting di Facebook setiap harinya, bias dibayangkan berapa penggunannya? jika Facebook adalah sebuah negara maka saat ini Faceboook akan menjadi negara terbesar ke & setelah Jepang Social Media For Business Lalu kenapa kita harus peduli dengan ini? Social Media kan untuk Remaja…!! Jangan Salah…!! 93% dari pengguna Social Media percaya bahwa sebuah perusahaan haruslah Eksis! di dunia Social Media – Contoh: Coca-Cola pemikiran tersebut muncul karena banyak perusahaan/brand yang menggunakan social media hanya sebagai media “Broadcast” padahal seperti di definisikan di awal, Social Media adalah sebuah “Percakapan/Conversation” dimana seharusnya sebuah perusahaan/brand menggunaan Social Media dengan berupa “Dialog” bukan “Monolog” orang yang bertanggung jawab untuk berbicara di sebuah perusahaan, ialah departemen “Marketing” sedangkan orang yang bertanggung jawab untuk mendengar ialah departemen social-media“Sales Support atau Retention” Celakanya, di beberapa perusahaan, kedua deparemen tersebut jarang sekali berbicara satu sama lain, mereka masing-masing punya cara sendiri untuk “ngobrol” dengan pelanggannya (padahal pelanggannya sama) dan jika itu digunakan di dunia Social Media itu tak akan berhasil karena,di duia Social Media disaat anda berbicara, orang berharap anda juga mendengarkan… dan disaat anda sedang mendengarkan, anda PASTI akan “tergoda” untuk berbicara / menjelaskan juga. Fatktanya…!! Bermain-main dengan Social Media Sudah Cukup..!! Jadi Tolong, Berhentilah berMain-Main & Cobalah Untuk Serius Memanfaatkan Kekuatan Social Media Ini Di Perusahaan Anda… dibeberapa negara maju, bahkan Social Media  diginakan oleh perusahaan bukan lagi untuk hanya sekedar Eksis tapi juga untuk berinteraksi dengan pelanggannya, sebgaiamana di kutip; 85% Pengguna Social Media percaya bahwa perusahaan harus lebih maju, bukan sekedar “EKSIS” di situs-situs sosial, namun harus juga berinteraksi dengan pelanggannya (Cone, Business in Social Media Study, 2008) Sayangnya, beberapa perusahaan di indonesia, memperlakukan SocialMedia HANYA sebagai jalur marketing alternatif, padahal faktanya…. banyak fungsi dari #SocialMedia, seperti: 1.  Public Relations 2.  Customer Services 3.  Loyalty-Building 4.  Collaboration 5.  Networking 6.  Thought Leadership 7.  dan tentunya Customer Acquisition Strategi Social Media For Business Tentu saja, mau tak mau sebuah perusahaan bersama-sama dengan seluruh awak dari perusahaan tersebut haruslah Transform!! bukan saja melakukan transformasi brand/perusahaan yang du publikasikan sebagai Symbol untuk menaikkan Brand Image dari sebuah perusahaan/brand, melainkan yang harus dilakuykan adalah Internal Transform, yaitu melakukan transformasi internal dalam sebuah perusahaan atau brand itu sendiri (akan saya bahas di tulisan lain khhusus untuk materi #InternalTransform). Berikut adalah sedikit Saran, Tips atau Strategi Awal yang mungkin berguna bagi anda yang ingin memulai bisnis atau mengembangkan bisnisnya di dunia Digital, khususnya menggunakan Social Media, sebagai salah satu caranya. Pertama, Bentuk & Definisikan Strategi Social Media Pada Perusahaan Anda, Pikirkanlah dari Bagaimana Memulainya, Support Apa Yang Diperlukan, Siapa-Siapa Yang Berkompeten, iStock_000027555541_Small-1260x840Hingga Bagaimana Mengembalikan Investasi Melalui Social Media Yang Sudah Dikeluarkan Oleh Perusahaan. Kedua, Berharap bukanlah sebuah strategi, jahgan berharap perusahaan anda atau bagian tertentu dalam perusahaan yang memulai ini lalu mengajarkan anda dalam sebuah pelatihan atau sosialisasi, mulailah dari diri sendiri, plajari sendiri, jika perlu lakukan “Trial-and-Error” Ketiga, Berhenti atau Kurangilah berfikir hanya untuk melakukan “Campaign” Produk/Brand perusahaan anda, mulailah berfikir untuk melalukan “Conversation” dengan pelanggan anda. Keempat, Ask for Help, If You Need It…!! banyak perusahaan (seperti Nokia, Erricson, BP) yang didalamnya tidal mungkin tidal ada orang “Genius” namun secara perlahan mengalami kemunduran, mengapa? karena internal perusahaannya tidak mau meminta pertolongan pada orang lain, meski pada sesama karyawannya sendiri (cenderung menyimpan informasi untuk kepentingan pribadi atau untuk keperluan karir) kini saatnya perusahaan anda Transform!! dimulai dengan Transparansi Informasi dan Mempunyai Media Sharing Online, dimana sebuah informasi perusahaan atau pengetahuan baru tentang produk/layanan tidak terbatas hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja dan jika itu telah terjadi, maka siapapun dalam internal perusahaan anda tidak akan ragu meminta tolong ataupun sekedar bertanya pada siapapun dalam group-people-social-networkingperusahaaan. Basic Rules of Social Media dan karena saya tak senang melihat anda tidak memanfaatkan kekuatan dari social media ini, saya ingin berbagi SEDIKIT SARAN…Jangan Berasumsi Bahwa Social Media Adalah Jawaban Untuk Segalanya Dalam Perusahaan/Bisnis Anda, Once Again! Do Transformation Internally..! Tetap dan terus maksimalkan kualitas dari produk/brand/layanan anda karena jika produk anda tidak berkualitas, maka Social Media pun tidak bisa memperbaikinya. Jika Customer Service dirasa kurang maksimal maka Social Media bisa membantu, karena word-of-mouth tentang brand image produk/perusahaan bisa diperbaiki melalui Social Media. Terakhir, Jangan Lupa “The BAsic Rules of Social Media” Rules #1 : LISTEN gunakan segala cara, mediua, tools, sumberdaya manusia jika perlu untuk mendengar seluruh percakapan yang terjadi di seluruh social media, khususnya tentang prusahaan anda (sebagai permulaan, bisa menggunakan; GoogleAlerts, TweetDeck, SocialMentions, RSS,dll) Rules #2 : ENGAGE Bergabunglah di dunia Social Media secara utuh, mulai dari platform device, segala jaringan/networking  social media yang ada dan aplikasikan-lah perusahaan anda dalam social media, selayaknya perusahaan/brand anda alaha seorang individu yang melkuka interaksi/conversation dalam social media. Rules #3 : MEASURE Ukurlah bagaimana perkembangan brand/perusahaan anda sebelum dan setelah menerapkan social media, lalu bentuklah SOP atau jalur komunikasi yang ter integrasi antar semua bagian untuk memilah, meng-analisas serta menindak lanjuti hal-hal penting atau prtanyaaan, permintaan yang terjadi di social media, mungkin awalnya dengan membentuk/mendefinisikan siapa audience brand/perusahaan anda, lalu terlibatlah dalam percakapan, bentuk loyalty program sederhana, jadikan sebagai alat untuk mempengaruhi calon pelanggan atau pelanggan yg tak puas dan akhirnya lakukanlah action hingga tahap “Return-of-Investment” buatkan Matriksnya jika perlu dan libatkan para developer/pengembang aplikasi smartphone atau komunitas brand perusahaan yang ada. Happy Social Media and Happy Bloging,

Categories: CATATAN

akadusyifa

Terima kasih sudah membaca tulisan ini semoga bermanfaat,

0 thoughts on “Social Media For Business”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

CATATAN

Berkata Lewat Tulisan

Menulis adalah nafas bagi kehidupanku, sesuatu yang bisa membuat kita lebih hidup, sebuah karya yang sangat sederhana dan bisa dinikmati oleh semua orang, sebuah karya yang bisa dilakukan oleh semua orang. Walaupun tak bisa menghitung Read more...

CATATAN

Traveler yang Ramah Lingkungan Itu Wajib!

Traveling tentunya merupakan kegiatan yang seru untuk dilakukan. Tentunya akan ada banyak hal baru yang bakal kita temui saat traveling, seperti teman baru, suasana baru dan lingkungan baru. Bukan hanya terhadap orang atau teman baru Read more...

CATATAN

Menjadi Mahasiswa Tak Hanya Kuliah

Banyak yang berpendapat dan memikirkan bahwa kuliah fokus nilai bagus bergelut dengan teori itu harga mati demi meraih kesuksesan di masa depan, buad saya pembelajaran hidup yang sebenarnya ada pada kehidupan dan turun langsung di Read more...

Back To Top